Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
KOMPUTASI

KOMPUTASI

Komputasi sebetulnya bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah apa yang disebut dengan teori komputasi, suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer.

Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.

Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut.

Ilmu atau sains berdasarkan obyek kajiannya dibedakan antara Fisika, Kimia, Biologi dan Geologi. Ilmu dapat pula digolongkan berdasarkan metodologi dominan yang digunakannya, yaitu ilmu pengamatan/percobaan (observational/experimental science), ilmu teori (theoretical science) dan ilmu komputasi (computational science). Yang terakhir ini bisa dianggap bentuk yang paling baru yang muncul bersamaan dengan perkembangan kekuatan pemrosesan dalam komputer dan perkembangan teknik-teknik metode numerik dan metode komputasi lainnya.

SEJARAH KOMPUTASI

Dalam ilmu (sains) tradisional seperti Fisika, Kimia dan Biologi, penggolongan ilmu berdasarkan metodologi dominannya juga mewujud, yang ditunjukkan dengan munculnya bidang-bidang khusus berdasarkan penggolongan tsb. lengkap dengan jurnal-jurnal yang relevan untuk melaporkan hasil-hasil penelitiannya. Sebagai contoh dalam kimia, melengkapi kimia percobaan (experimental chemistry) dan kimia teori (theoretical chemistry), berkembang pula kimia komputasi (computational chemistry), seperti juga di bidang Biologi dikenal Biologi Teori (theoretical biology) serta Biologi Komputasi (computational biology), lengkap dengan jurnalnya seperti Journal of Computational Chemistry dan Journal of Computational Biology. Cara penggolongan yang digunakan berbeda dengan cara penggolongan lain berdasarkan obyek kajian, seperti penggolongan kimia atas Kimia Organik, Kimia Anorganik, dan Biokimia.

Walaupun dengan titik pandang yang berbeda, ilmu komputasi sebagai bentuk ketiga dari ilmu (sains) telah banyak disampaikan oleh berbagai pihak, antara lain Stephen Wolfram dengan bukunya yang terkenal: A New Kind of Science, dan Jürgen Schmidhuber.

Komputasi sains

Komputasi sains merupakan salah satu cabang ilmu komputasi. Secara umum komputasi sains mengkaji aspek-aspek komputasi untuk aplikasi / memecahkan masalah di bidang sains lain, seperti fisika, kimia, biologi dan lain-lain.

Di Indonesia sudah banyak pertemuan atau kegiatan ilmiah terkait dengan komputasi, tetapi umumnya lebih terkait dengan aspek teknologi informasi. Sedangkan kajian di komputasi sains masih sangat kurang. Hal ini tidak mengherankan karena komputasi sains lebih condong sebagai kajian teori murni, sehingga komunitasnya masih sangat terbatas seperti halnya fisika teori. Hanya ada satu kegiatan ilmiah yang terkait langsung dan fokus pada kajian komputasi sains, yaitu Workshop on Computational Science yang diadakan rutin setiap tahun oleh konsorsium yang tergabung dalam Masyarakat Komputasi Indonesia - MKI

Komputasi awan

Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.Ia adalah suatu moda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan")  tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."

Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.

Teknologi di Belakang Komputasi Awan

Semua teknologi IT saat ini terlibat di layanan komputasi awan ini mulai dari teknologi infrastruktur yang scalable, platform pengembangan, bahasa/language pemrograman, dan sebagainya.

 

Tetapi jika kita berfokus ke standar interkoneksi antar layanan ini maka kita tidak akan lari dari spesifikasi SOA (Service Oriented Architecture). Buat yang berkecimpung di dunia pengembangan aplikasi seperti ini, maka tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti RESTSOAP,RPCWeb Services, dan arsitektur/protokol lain yang sangat berkaitan erat dengan SOA ini.

Protokol dan arsitektur yang disebutkan di atas inilah yang memungkinkan terjadinya interkoneksitas independen antar platform, aplikasi dan bahasa pemrograman. Dan spesifikasi dari protokol/arsitektur ini juga mendefinisikan bagaimana menjaga state dan messaging antar komponen tersebut dengan baik.

Platform pengembangan yang mainstream untuk SOA saat ini adalah Java Enterprise Edition (JEE) dan Microsoft .NET platform. JEE saat ini masih menggunakan bahasa Java. Sedangkan Microsoft .NET mendukung berbagai bahasa seperti C#, C++, Python, Visual Basic, dan lain sebagainya.

Di bidang infrastruktur juga tidak ketinggalan dimana berbagai sistem operasi server saat ini sudah mampu melakukan clustering baik untukfilesystem maupun resource RAM. Salah satu produk yang khusus ditujukan untuk pembangunan infrastrukur terdistribusi dan cukup banyak disebut di dalam berbagai literatur adalah proyek Hadoop.

 

Manfaat, Peluang dan Kesempatan

Berbagai manfaat yang saya lihat dapat dipetik dari sini, diantaranya adalah:

Dunia industri tidak perlu menginvestasikan infrastruktur publik yang tentunya memerlukan biaya tidak sedikit. Bisnis bisa lebih fokus ke fungsionalitas daripada memusingkan detil teknis yang memakan waktu, biaya dan tenaga. Aplikasi yang bisa dialihkan ke layanan ini contohnya adalah aplikasi CRM (Customer Relationship Management) atau SCM (Supply Chain Management).

Untuk pengembang aplikasi maka saatnya sebagai individu maupun bagian dari tim developer dapat lebih fokus ke pengembangan ide dan imajinasi untuk mendapatkan hasil akhir produk. Dengan kelengkapan infrastruktur yang sudah ada dapat membantu implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas.

Bagi kita sebagai praktisi, pemberi jasa atau bergerak di industri solusi IT, kesempatan baru tentu sangat terbuka. Dengan pengembangan terkini yang telah bergeser dari pengembangan aplikasi desktop yang sangat bergantung kepada sistem operasi ke arah pengembangan platform SOA dan berdaya jangkau global hal ini berpeluang membuka pasar baru yang tidak terbatas.

Bagi pebisnis di bidang infrastruktur tentunya ini menjadi peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet. Pasar akan makin besar dan biaya yang telah dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur akan makin cepat kembali sehingga dapat memberikan harga yang sangat bersaing.

Integrasi aplikasi dengan berbagai device. Dengan infrastruktur yang ditawarkan terutama oleh Google dan Micosoft Live Mesh, maka integrasi aplikasi kita dengan layanan mereka lainnya terutama di layanan aplikasi mobile device - seperti misalnya Google Android - akan sangat terbuka lebar. Dan seperti yang Anda tahu, pasar mobile selalu meningkat signifikan dari tahun ke tahun.


KESIMPULAN

Cloud computing atau komputasi awan merupakan tren baru di bidang komputasi terdistribusi dimana berbagai pihak dapat mengembangkan aplikasi dan layanan berbasis SOA (Service Oriented Architecture) di jaringan internet.

Referensi: www.wikipedia.org

                 www.blog.komputasiawan.com

 

 

 

Perbandingan 3 Metode Iris Scan
Perbandingan 3 Metode Iris Scan
Dalam memperoleh jaminan keamanan sistem, dibutuhkan sebuah sistem keamanan yang reliabel dan cukup mudah digunakan oleh user. Untuk memperoleh tingkat keamanan yang tinggi, dibutuhkan sebuah sistem yang memiliki kunci yang unik untuk setiap orang. Maka dari itu dikembangkanlah sebuah sistem yang menggunakan kunci yang dimiliki setiap orang dan sifatnya unik, sistem tersebut disebut dengan Biometrik. Sistem biometrik ini akan menggunakan bagian tubuh manusia yang sifatnya unik untuk setiap orang. Salah satu bagian tubuh manusia yang bersifat unik dan bisa dijadikan sebagai media keamanan adalah iris atau selaput pelangi pada mata manusia. Letak selaput pelangi ini berada diantara kornea dan lensa mata. (lihat Gambar) Selaput pelangi ini sendiri akan terlihat oleh mata telanjang dari 
luar mata dan memiliki pola tertentu.


skema mata

Dari pola yang dimiliki oleh selaput pelangi ini, ternyata memiliki pola yangunik untuk setiap orang. Pola ini unik dan juga memiliki kekonsistenan dankestabilan yang tinggi bertahun-tahun tanpa mengalami perubahan. Dari kondisiini, maka para ahli mata mengusulkan bahwa iris ini dapat dijadikan seperti sidik jari untuk identitas pribadi seseorang.
Iris Recognition
Seperti yang telah digambarkan sebelumnya, iris recognition ini menggunakan selaput pelangi mata yang dikodekan secara digital dan kemudian dijadikan kunci. Proses otentifikasinya membutuhkan dua tahap yaitu tahap identifikasi dan tahap verifikasi. Proses ini dapat dilakukan secara one-to-many (1:m) atau one-to one (1:1). Proses one-to-many akan melibatkan satu database yang berisi user id dan iris template masing-masing id. Proses capture akan dilanjutkan dengan searching database untuk mencari iris template yang cocok. Sedangkan proses one-to-one akan lebih pada membandingkan dua iris, yaitu hasil scan dan iris template yang sudah disimpan. Dari ke dua proses ini sudah tentu proses oneto-one lebih disukai sebab prosesnya lebih cepat karena pembandingan dilakukan dalam skala yang terbatas. Proses iris scan secara umum dapat dilihat pada gambar 2. Hasil dari image capture akan diubah menjadi template digital dengan melakukan mapping iris secara radial. Template ini berupa 512 byte kode iris.
1. Metode Daugman
Hasil dari pekerjaan Daugman ini adalah dengan mengambil tekstur iris manusia yang tampak pada imej video secara real-time dan dikodekan dalam koefisien 2-D Gabor Wavelet skala banyak, dan kemudian bit paling signifikan akan menjadi kode iris 256 byte. Hasil akhir dari proses ini memiliki kecukupan dalam derajat kebebasan, atau membentuk variasi iris antar individu yang memiliki keunikan yang mirip dengan sidik jari konvensional. Proses ini masih diragukan apakah algoritma yang efisien dapat dapat dikembangkan until mengekstraksi deskripsi iris detail secara reliabel dari video live, menghasilkan kode padat dari iris (kompleksitas panjang minuscule versus ukuran data gambar),dan mengambil keputusan tentang identitas individual dengan tingkat keyakinan statistik yang tinggi. Masalah terakhir adalah apakah kemampuan proses dari general purpose microprocessor mampu memproses algoritma ini secara real-time.
Implementasi Sistem
Sistem Daugman ini menggunakan sebuah kamera video, lensa, framegrabber, dan sebuah monitor tampilan yang dihubungkan ke sebuah komputer workstation. Sistem ini dapat diimplementasikan ke dalam 3 jenis penggunaan yaitu pendaftaran, verifikasi, dan autentifikasi. Proses pendaftaran dan verifikasi membutuhkan waktu yang cepat untuk pemrosesannya. Untuk versi komersialnya ditambahkan proses optimisasi dan penggunaan modul perangkat keras yang spesifik. pengenalan gambar yang digunakan adalah pengenalan batas lingkar irisyang memisahkan iris dengan white sclera. Proses ini dilakukan oleh edge detector dan tidakakan berhasil (batas lingkar tidak terdeteksi) jika mata tertutup dan/atau tidak ada mata di depan kamera. Sistem ini akan terus melakukan pengambilan gambar ke dalam beberapa sekuen hingga bentuk iris dikonfirmasi dari gambar terakhir yang terambil. Sistem nyatanya menyertakan sebuah display agar pengguna dapat terbantu memposisikan matanya. Prosedur ini juga menghasilkan pengukuran reaksi dari iris pupil efek dari penyinaran. Kegunaannya adalah untuk fasilitas yang memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi, sebab dewasa ini, iris dapat dipalsukan dengan contact lense.
Bentuk iris yang berupa lingkaran, untuk menentukan lokasinya dibutuhkan integrasi dan diferensiasi. Proses ini dilakukan dengan memperbesar rekayasa pengaburan gambar parsial, dan menambahkan batas radius r, dari integral kontur gambar yang dinormalisasi sepanjang busur radius dan pusat iris. Setelah iris dapat diperkirakan secara kasar, langkah selanjutnya adalah mendeteksi batas dalam pada pupil. Proses pendeteksian batas dalam ini mirip dengan proses sebelumnya, hanya menggunakan jangkauan pencarian batas yang lebih kecil. Setelah proses ini selesai, hasil akhir nya adalah lokasi yang presisi dari batas luar dan batas dalam iris.


2. Metode Wilde
Wilde yang membangun sistem yang mirip pada bagian ini akan dibahaslebih dalam. Setelah mendapatkan gambar iris dan proses filter area sekitarnyadan melakukan operasi dengan properti histogram, akan menghasilkan sebuah skema pemilihan untuk menggambarkan batas iris. Gambar ini akan difilter dengan low pass filter dan sub sampling untuk mengurangi noise. Sebuah detektor batas gradient akan memperkirakan batas iris dan kelopak mata. Kemudian pemilihan dilakukan dengan memilih yang paling cocok antara model dengan parameter batas yang ada. Untuk mengambil informasi spesifik yang ada pada iris terdapat pada area keseluruhan termasuk area yang lebih kecil dari piramid Lapace untul menerapkan transformasi 2-D. Perbandingan iris dilakukan dengan teknik registrasi berdasarkan area gambar. Kemudian akan dicari sebuah fungsi mapping untuk mendekatkan data gambar dengan model gambar. Sebuah nilai kecocokan akan dihitung untuk 4 pita melalui korelasi sebagian dan Diskriminan Linier Fisher akan melakukan evaluasi terdahap 4 nilai ini.
Implementasi Sistem
Pada penelitian sebelumnya, untuk memperoleh pengenalan yang bagus, gambar iris disarankan harus tajam dan memiliki resolusi tinggi. Posisi iris harus ditengah dan memiliki diameter sekitar 128 pixel. Konsep lainnya yang harus diperhitungkan untuk menghindari ketidaknyamanan user adalah tingkat iluminasi (intensitas cukup dan brightness tidak berlebih). Lebih jauh lagi, sistem harus mampu menghindari pemantulan cahaya yang akan menurunkan kemampuan pengenalan. Selain itu, pada sistem pengambilan gambar harus memiliki fungsi untuk segmentasi iris. Pada sistem ini, Wilde mengajukan sistem pengambilan gambar yang terdiri atas susunan 3 sub komponen yang memiliki fungsi antara lain
• Penangkapan fisik
Untuk menangkap gambar mata dengan kualitas dan resolusi yang tinggi, digunakan kamera putih (silicon Intensified SIT) dengan tingkat pencahayaan rendah digabungkan dengan penangkap frame standar (DASMFGM analog) dengan resolusi 512 x 480 piksel. Diameter iris sebenarnya menjadi 256 piksel pada array sensor pada penangkapan gambar 20 cm dari mata. Ukuran diameter yang dua kali lipat ini memungkinkan filter Gaussian low pass mengurangi noise frekuensi tinggi
• Iluminasi
Untuk pencahayaan yang merata tanpa mengurangi kenyamanan pengguna,digunakan sebuah array cahaya (8.5 watt lampu quartzhalogen) diarahkan pada iris. Pencahayaan merata dapat dicapai dengan meletakkan filter (panel difusi) antara iris dengan kamera. Panel ini juga membantu mendistribusikan intensitas cahaya. Lensa kamera berada pada posisi tengah dari panel difusi ini. Akhirnya, untuk menghindari pengaruh refleksi, digunakan filter ke dua yang diletakkan didepan panel difusi yang berfungsi sebagai circular polariser. Polariser ini akan menahan refleksi kornea (atau objek bulat) agar tidak sampai ke kamera.Tapi polariser ini tidak menahan refleksi cahaya dari bagian mata (iris).
Peletakan posisi
Peletakan posisi mata menggunakan proses otomatis yang diarahkan oleh self positioning operator. Tujuannya adalah memberikan batasan pada tiga derajat kebebasan mata yang akan digambarkan dengan menempatkan mata di tengah array sensor pada fokus lensa. Hal ini bisa dicapai dengan menggunakan kontur segi empat dan membuat operator memposisikan mata dengan mengatur ukuran dan jarak relatif.
• Segmentasi

3. Metode Bole
Metode terakhir yang diajukan Bole adalah didasarkan pada menghitung crossing yang bernilai nol pada transformasi wavelet. Diluar proses lokalisasi iris dan algoritma normalisasi, Metode Bole mengharuskan iris memiliki diameter yang sama dan titik-titik data yang sama. Dari tingkat warna abu sample gambar iris, diambil sinyal satu dimensi dan dijadikan sebagai ciri khas pokok iris. Kemudian dilakukan perhitungan Zero-Crossing berdasarkan transformasi
wavelet. Representasi zero-crossing ini disimpan sebagai template dandigunakan untuk algoritma pencocokan. Dengan cara ini diklaim bahwa pengaruh noise dapat dihilangkan karena zero-crossing tidak terpengaruh oleh noise. Lebih jauh lagi, transformasi 1 dimensi dan jumlah crossing yang sedikit akan meningkatkan kecepatan komputasi. Yang mengagumkan dari sistem ini adalah kemampuan transformasi wavelet untuk mengeliminasi efek pemendaran dan refleksi cahaya pada permukaan iris, sesuatu yang masih belum terpecahkan secara sempurna pada 2 metode sebelumnya. Hasil pengenalan yang diperoleh dilakukan dengan jumlah gambar yang sedikit dan pelaksanaannya tidak memakan banyak resource dengan hasil yang teliti.
Kesimpulan
Dua sistem pertama telah mendapatkan paten dan dijadikan objek pengujian dan evaluasi performansi lebih jauh. Keduanya memiliki 3 modul yangsama yaitu pengambilan gambar, lokalisasi iris, dan pencocokan pola. Selama proses evolusi metode Daugman, hasil sempurna diperoleh dengan pengujian 592 iris. Sistem diuji lebih jauh dengan evaluasi IriScan diluar percobaan selama evolusi penelitian. Pada penelitian ke dua, produk komersial telah dipasang pada tempat publik di Laboratorium Nasional Sandia, NM. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap, tahap pendaftaran dari 122 orang menghasilkan 199 gambar iris. Kemudian proses identifikasi dilakukan. Dari orang yang berpartisipasi, dilakukan 878 kali proses identifikasi dan dihasilkan 89 kali kesalahan penolakan. Tapi 47 kali diantaranya diminta oleh sistem untuk mencoba lagi, semua sukses kecuali 16 kasus. Di sisi lain, tidak ada hasil kesalaan penerimaan dan kesalahan diketahui akibat refleksi cahaya kacamata dan kekurangan pengguna.


Mengamankan Bagian yang Sering
Terlupakan Dalam Keamanan
Jaringan

Fakta di sekitar kita
Internet, dalam kehidupan sehari-hari tanpa mereka sadari telah mengubah cara orang bekerja, berkomunikasi, bekerjasama, melakukan kegiatan jual dan beli, bersosialisasi, dan lain-lain. Pemberian akses yang terkontrol kepada mitra adalah hal yang paling praktis sebagai upaya mempermudah kerjasama kedua-belah pihak. Namun dengan mengijinkan mitra menjelajah lebih dalam pada jaringan perusahaan yang mengaburkan batasan antara luar dan dalam? Saya tidak percaya jika ada sebuah perusahaan yang bersedia jika rahasia dapurnya diketahui oleh orang lain. Anggapan tradisional tentang keamanan jaringan mengasumsikan bahwa koneksi dibelakang firewall adalah aman dan koneksi diluar firewall adalah rawan, tidak mampu menjamin bahwa aset berharga perusahaan dapat terlindungi dengan baik. Saat ini jaringan bisnis berskala besar membutuhkan yang mampu mengamankan sampai kesemua end-points baik yang berada di dalam maupun di luar lingkup jaringan perusahaan. 
====================================================================
Dibalik perlindungan Firewall 
Perlindungan Firewall konvensional hanya melindungi bagian dalam dari jaringan. Firewall akan memfilter serta mengaudit traffic yang melintasi perbatasan antara jaringan luar maupun dalam. Bagaimanapun, Firewall tidakdirancang untuk melindungi koneksi individu dalam sebuah jaringan. Hal ini dapat dianalogikan sebagai mengunci pintu gerbang, namun tidak membiarkan
pintu masuk kedalam rumah atau pintu kamar - siapapun yang berhasil melewati pintu gerbang, tentunya akan sangat mudah menjelajah isi ruangan. Tipe jaringan seperti diatas sangatlah berisiko tinggi sebagai attack target. Sebagai contoh, seorang attacker yang mengincar server atau workstation yang terletak dalam jaringan internal (LAN - Local Area Network), begitu ia mendapatkan akses masuk ke mesin tersebut, mereka dapat menggunakannya sebagai jumping box untuk menjebol masuk ke sistem lain yang berada di dalam jaringan yang sama. Cara yang dapat ditempuh untuk menyiasati kondisi tersebut adalah dengan mengunci setiap ruangan. Kurang lebih sama seperti solusi yang ditawarkan firewall yang diperuntukkan pada desktop, notebook, atau server yang berada dalam LAN. Dengan memasang firewall pada titik-titik rawan dapat memberikan kemudahan akses pada pengguna untuk memperoleh atau menempatkan informasi-informasi penting. Dengan metode end-to-end security ini, tidak akan menimbulkan masalah apabila pengguna terhubung dalam intranet, extranet, VPN atau remote access. Metode tersebut juga dapat mencegah intrusion pada sebuah host untuk menyebar ke host lain yang restricted-access pada network yang sama.
====================================================================
Kontrol keamanan
Walaupun semua perusahaan seharusnya memahami soal keamanan jaringan, beberapa harus memberikan perhatian yang lebih. Mereka yang menyimpan mendistribusikan data penting membutuhkan solusi yang lebih rumit. Mereka yang membutuhkan solusi ekstra diantaranya adalah institusi keuangan, pemerintahan, jasa asuransi, pengembang, dan rumah-sakit. Ada banyak dari mereka yang sudah terhubungkan melalui jaringan - baik private maupun via Internet - ke kantor cabang, mitra kerja, sehingga pertukaran informasi dapat menjadi sangat mudah. Sebagaimana jaringanyang berkembang menjadi sangat distributif, solusi keamanan jaringan harus ikut menyesuaikan diri. Melengkapi hardware dengan solusi keamanan ekstra - menempatkan kunci tambahan pada setiap pintu ruangan - menjadi opsi yang konsisten, hal tersebut terdengar seperti sudah menjadi kebijakan keamanan antar jaringan. Untuk perlindungan secara fisik, hardware dapat dilengkapi dengan cryptocard, atau biometric scanner – scanner yang dapat mengenali siapa saja yang berhak mengakses berdasarkan anatomi tubuh seperti retina mata, sidik jari, dan suara. Sedangkan solusi dengan menggunakan software, dapat berupa personal firewall dan anti-virus scanner.
====================================================================
Perlindungan secara kontinyu
Sering saya mendengar beberapa rekan yang mengeluh karena jaringan yang menurut mereka sudah aman, ternyata masih dapat disusupi oleh crackers. Saya pikir dengan menyerahkan begitu saja tugas menjaga keamanan kepada software atau hardware, tidak dapat menyelesaikan masalah yang timbul. Perlu dilakukannya auditing secara berkala - secara lebih spesifik, security audit - untuk memeriksa cacat yang ada pada software atau hardware. Jika dirasa mampu, mungkin dengan mempekerjakan tenaga profesional yang untuk mengaudit keamanan jaringan, dapat meringankan beban Anda. Selain itu, ada hal lain yang dirasa penting: beri pemahaman kepada karwayan - terutama mereka yang menggunakan jaringan - agar mengerti soal keamanan jaringan! Mereka adalah salah satu kunci yang tidak boleh terlupakan. Karyawan yang tidak memahami benar soal keamanan data dan jaringan akan menjadi bumerang bagi perusahaan. Sebagai ilustrasi nyata, beberapa waktu yang lalu, saya menerima e-mail dari seseorang yang tidak saya kenal, dimana pada e-mail tersebut disertakan attachment berisi data pegawai perusahaan Y - berikut daftar gaji, anggota keluarga, pendidikan terakhir, dan lain sebagainya. Data yang menurut saya adalah data penting dimana tidak sembarang orang boleh tahu. E-mail tersebut tentu tidak mungkin dikirimkan dengan sengaja, e-mail terkirim sebagai akibat terinfeksinya komputer sipengirim oleh Worm. Menurut saya, terjadinya kebocoran informasi seperti yang baru saya sebut diatas, tidak mungkin terjadi jika pengguna adalah seseorang yang memahami benar soal keamanan data, karena ia akan melindungi data penting yang disimpannya dengan baik, juga akan memasang anti-virus - sudah tentu rajin mengupdatenya. Sungguh, sangat disayangkan sekali hal itu dapat terjadi.
====================================================================
Sedikit paranoid itu perlu
Dengan semakin seringnya tersiar isu keamanan jaringan, tidak mengherankan bagi perusahaan-perusahaan besar yang sudah terintegrasi dengan jaringan - menggunakan LAN, VPN, atau Internet - akan benar-benar mempertimbangan isu tersebut demi berlangsungnya bisnis yang tengah berjalan. Sebagaimana crackers dan penulis virus/worms semakin cerdik, maka tingkat kewaspadaan harus semakin ditingkatkan. Penggunaan produk keamanan jaringan mungkin akan menjadi sebuah keharusan. Telah tersedia banyak dipasaran, produk personal firewall dan anti-virus yang dapat diintegrasikan kedalam notebook, desktop, dan server yang menjadikan sistem lebih aman dan terkendali. Mereka yang menghendaki keamanan ekstra sebaiknya meminta vendor untuk mengintegrasikan firewall untuk mengamankan bagian yang sering terlupakan dalam keamanan jaringan: personal computer.

 

Perangkat Lunak Multimedia Dalam Berbagai Bidang

 

Perangkat  lunak  multimedia  adalah  komponen-komponen  dalam  data  processing  system,  berupa  program-program  untuk  mengontrol  bekerjanya  sistem  komputer  multimedia.  Perangkat  lunak  ini digolongkan  menjadi  tiga  bagian  yaitu  bahasa  pemrograman  multimedia,  perangkat  lunak  sistem multimedia dan perangkat lunak aplikasi multimedia.

Bahasa Pemrograman Multimedia

Bahasa  pemrograman  Multimedia  adalah  bahasa-bahasa  yang  digunakan programmer  untuk membuat aplikasi multimedia. Contohnya Assembly, C, C++, Power Builder, Delphi, SQL, Visual Basic, dan Java.

Perangkat Lunak Sistem (System Software)

Perangkat  lunak  ini  terdiri  dari  Sistem  operasi  (Operating  System) misalnya  DOS  (Disc  Operating  System), Windows 95/98/ME, Windows NT/2000, Windows XP, Windows Vista, UNIX, Linux atau Mac OS. Perangkat lunak lainnya adalah aplikasi utilitas (utility application) misalnya aplikasi Antivirus.

Perangkat Lunak Aplikasi Multimedia

Perangkat  lunak  aplikasi  multimedia  merupakan  aplikasi-aplikasi  yang  dibuat  oleh  personal atau  organisasi  untuk  user  yang  beroperasi  dalam  bidang-bidang multimedia  spesifik  seperti  grafik  2D,  modeling dan animasi.

Perangkat Pengolah Teks

Aplikasi  pengolah  teks  yang  banyak  digunakan misalnya Microsoft Word, Word  Star  for Windows,  Word Perfect dan Star Writer, sedangkan beberapa aplikasi pengolah teks yang bersifat open source  misalnya Open Writer, KWriter dan Abi Word.

Perangkat Lunak Pengolah Animasi dan Grafik 2D

Aplikasi pengolah grafik 2D dibagi menjadi dua bagian yaitu:

a.  Grafik 2D Vector, misalnya Corel Draw, Macromedia Freehand dan Adobe Illustrator.

b.  Grafik 2D Image (Raster), misalnya Adobe Photoshop, Jasc Paint Shop Pro, Gimp.

c.  Animasi, misalnya Macromedia Flash.

Perangkat Lunak Pengolah Animasi dan Modeling Grafik 3D

Contoh  dari  perangkat  lunak  Animasi  dan  modeling  Grafik  3D  adalah  3D  Studio  MAX,  Maya,  Softimage, LightWave, Blender dan lain sebagainya.

Perangkat Lunak Authoring Multimedia

Authoring  merupakan  aplikasi  komputer  yang  memberikan  peluang  kepada  pengguna  untuk  mengembangkan sebuah perangkat  lunak dengan dragging dan dropping berbagai objek multimedia  tanpa harus mengetahui penggunaan dan pemahaman bahasa pemrograman, misalnya Macromedia  Authoring, sedangkan aplikasi authoring yang dilengkapi dengan pemrograman misalnya Macromedia  Director dengan dilengkapi Lingo (Bahasa pemrograman).  Jenis perangkat ini dibagi menjadi tiga kategori yaitu authoring berbasis halaman, authoring berbasis  icon dan authoring berbasis waktu.

                Authoring berbasis halaman merupakan authoring yang bekerja berbasis halaman atau buku dengan  mengorganisasi  elemen-elemen  dalam  halaman  atau  buku  tersebut. Contoh  dari  aplikasi  ini  adalah  HyperCard dan ToolBook Assistant.  Authoring  berbasis  icon  menggunakan  konsep  flowchart  untuk  membuat  aliran  elemen-elemen  multimedia yang dihubungkan bersama atau secara sendiri-sendiri yang secara khusus menampilkan  diagram  alir  aktivitas  sepanjang  jalur  percabangan,  contohnya  adalah  Microsoft  Power  Point  dan Macromedia Authorware.

Authoring  berbasis  waktu  merupakan  pengembangan  paket  multimedia  sebagai  pengorganisasian  objek sepanjang lini waktu. Frame yang diorganisasikan secara berurut kemudian ditampilkan kembali  kepada pengguna. Contoh aplikasi yang menggunakan cara ini adalah Macromedia Director.  Authoring DVD adalah aplikasi yang digunakan untuk  menampilkan menu interaktif movie, contohnya  adalah Pinnacle Impression, Sonic ReelDVD dan Ulead DVD Workshop.

 

Perangkat Lunak Aplikasi Berbasis Web

Contoh produk-produk mendesain web antara  lain adalah Macromedia Flash  yang digunakan untuk  membuat animasi grafis pada web, Macromedia Dreamweaver dan Microsoft Front Page.

 Aplikasi Multimedia untuk keunggulan bersaing di perusahaan

Aplikasi  multimedia  perusahaan  di  berbagai  bidang  antara  lain  sumber  daya  manusia,  produksi/operasi, akuntansi dan keuangan, sistem informasi dan pemasaran.

Aplikasi pada Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia

Multimedia merupakan media pelatihan yang baik dan menarik yang dikenal dengan istilah Computer  Based Training  (CBT). Misalnya  peusahaan  IntallShield membuat  perangkat  lunak multimedia  yang  khususkan  untuk  training.  Aplikasi  yang  lain misalnya  rekrutmen  karyawan,  seperti  yang  dilakukan  oleh L’OREAL.

Aplikasi dalam Bidangn Produksi

Penggunaan aplikasi ini digunakan untuk merancang dan merakayasa suatu produk misalnya alat-alat  elektronik dan mesin bahkan dapat pula digunakan untuk memonitor dan mengontrol proses produksi dan berkembang menuju ke sistem manufaktur terintegrasi berbasisi multimedia.

Aplikasi dalam Bidang Pelayanan Keuangan

Bidang pelayanan keuangan meliputi pelayanan keuangan personal, pajak, perencanaan keuangan,  sumber pinjaman dan perbankan. Contohnya adalah situs SmartMoney.com.

Aplikasi dalam Bidang Sistem Informasi

Aplikasi  dalam  bidang  ini  misalnya  aplikasi  Sistem  Informasi  Akuntansi  (SIA),  aplikasi  Sistem  Informasi  Manajemen  (SIM),  aplikasi  Decision  Support  System  (DSS)  dan  aplikasi  Executive Information System (EIS).

Aplikasi Otomatisasi Kantor

Dua  aplikasi  yang  digunakan  untuk  area  otomatisasi  kantor  yaitu  workgroup  computing  yang

memungkinkan  beberapa  orang  untuk memakai  komputer  yang  sama  pada  saat  bersamaan  pula.

Peserta diskusi melihat  tampilan bersama yang meliputi  rangkaian media  lengkap,  termasuk  fotigrafi

dan  video  bergerak. Aplikasi  yang  kedua  adalah Desktop Video Conferencing  yang memungkinkan

peserta  melakukan  konferensi  video  sambil  duduk  di  meja  masing-masing  dengan  menggunakan

layar CP atau televisi yang tehubung.

Aplikasi dalam Bidang Pemasaran

Penerapan  multimedia  dalam  bidang  ini  tertuju  kepada  aktivitas  pemasaran,  khususnya aktivitas promosi  yang meliputi  periklanan,  promosi  penjualan,  penjualan  perseorangan,  public  realtion  dan  penjualan langsung termasuk penjualan melalui jaringan internet. Contoh dari aplikasi ini adalah:

Ø       Periklanan televisi

Ø       Interactive  Multimedia  Merchandising  (cara  perusahaan  untuk  menjangkau  dan  melayani pelanggan)

Ø       Merchandising Kiosk

Ø       Video Kiosk

Ø       Virtual Shopping

Ø       Comparison Shopping

Ø       Mass Market Application

 

 

 

Aplikasi Multimedia di Bidang Travel

Apliaksi berbasis Web digunakan sebagai penerapan layanan perjalanan yang di dalamnya termasuk  informasi biaya perjalanan, travel news, fitur paket  liburan, dan pemesanan online untuk lodging dan  transportasi melalui darat, laut dan udara.

Aplikasi Multimedia dalam Bidang Real Estate

Multimedia komputer memungkinkan pembeli mengunjungi ratusan properti lewat dunia maya, melihat  foto rumah on-screen, memeriksa perencanaan lantai, melihat peta jalan, dan mempelajari demografi sekeliling rumah.

Aplikasi Multimedia dalam Bidang Kesehatan

Dalam  bidang  kesehatan, multimedia  dapat mendukung  pelayanan  dan  fasilitas  sistem  kesehatan,  ilmu  kesehatan,  kantor  pendidikan  medis,  perpustakaan  ilmu  kesehatan  dan  fotografi  medis  serta  pelayanan produksi median.

Aplikasi Multimedia dalam Bidang Hiburan

Dalam bidang hiburan multimedia digunakan dalam film, musik, radio interaktif, televisi interaktif, game elektronik.

Aplikasi Multimedia dalam Bidang Publishing

Banyak  informasi  yang  dapat  dipublikasikan  secara  elektronik  melalui  dokumentasi  elektronik  misalnya penyajian buku yang setiap materinya dapat terdiri dari grafik, animasi, audio dan video.

Aplikasi Multimedia dalam Bidang Pendidikan

Aplikasi multimedia pendidikan antara lain sebagai perangkat lunak pengajaran, memberikan fasilitas  untuk mahasiswa atau siswa untuk belajar mengambil keuntungan dari multimedia, belajar jarak jauh

dan pemasaran pendidikan.

Aplikasi Multimedia dalam Pemerintahan

Aplikasi multimedia yang paling menonjol dalam bidang kepemerintahan adalah E-Government, Profil  Departemen dan Kios Informasi tentang Kota.

 

 

Sumber Pustaka:

M. Suyanto. 2003. MULTIMEDIA Alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing. ANDI OFFSET. Yogyakarta.